Malam itu, Kastil Leventis benar-benar kosong. Tidak ada langkah pelayan di lorong, suara pintu, dan bisikan kehidupan.Bahkan angin yang biasanya menyelinap di sela jendela batu terasa enggan masuk, seolah bangunan itu sendiri menahan napas.Selene masih menempel di sisi Dirian.Ia tidak tahu apakah ini hukuman, ikatan, atau sisa cinta yang menolak terputus. Yang ia tahu, ia tidak bisa menjauh, bahkan ketika kengerian di dadanya semakin menebal.Di halaman dalam, Jay, Erick, Edward, dan Peter mengangkat peti mati yang berisi jasad Selene. Kayunya berat, dipenuhi simbol-simbol perlindungan yang tergores kasar, seolah dibuat terburu-buru, tanpa iman, hanya dengan ketakutan.Ulf berjalan paling depan. Ia menaburkan air suci yang diminta Lamin
Terakhir Diperbarui : 2026-01-01 Baca selengkapnya