Keesokan harinya, Morvena duduk diam di kursi dekat jendela, punggungnya tegak namun bahunya terasa berat. Cahaya pagi menembus tirai tipis, jatuh lembut di lantai, kontras dengan suasana hatinya yang keruh dan penuh bara.Di hadapannya, Viviene dan Annie sibuk membuka hadiah-hadiah yang dikirim khusus untuknya.Satu per satu.Tanpa suara tawa keras, tanpa komentar berlebihan, namun justru itulah yang membuatnya terasa lebih menghina.Cangkir teh retak, diperbaiki dengan garis emas mencolok dan terlalu jelas maknanya. Lalu ada teh murahan yang dibungkus kotak emas mahal. Kemudian sapu mini berlapis perak dan sarung tangan renda bekas, warnanya telah pudar. Cermin kecil dengan ukiran burung di dalam sangkar, Jam meja tanpa jarum, buku etika bangsawan, usang dan kuno, serta kal
Last Updated : 2026-01-14 Read more