Home / Zaman Kuno / Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai! / 431. Alasan ini harus terjadi

Share

431. Alasan ini harus terjadi

Author: Raisaa
last update Last Updated: 2026-01-13 08:00:02

Pagi itu Selene tampak tenang. Ia duduk rapi di balik meja kerjanya, punggung tegak, rambutnya disematkan sederhana seperti hari-hari biasa. Sinar matahari masuk dari jendela tinggi, menyapu permukaan meja dan berkas-berkas yang tersusun rapi. Namun hanya Selene yang tahu, ketenangan itu palsu.

Jari-jarinya mencengkeram berkas yang sedang ia baca sedikit terlalu kuat.

Ilard berdiri beberapa langkah di depannya, sikapnya formal seperti biasa. Ia sudah lama mengenal nyonyanya itu, dan dari cara Selene terlalu lama menatap satu halaman, Ilard tahu ada sesuatu yang mengganggunya.

Selene akhirnya mengangkat wajahnya. “Jadi,” katanya pelan namun tajam, “dia ingin membuat pesta teh?”

Ilard mengangguk singkat. “Benar, Nyonya.”

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   433. Posisi

    Semua mata tertuju pada Morvena.Dagny, Divrio, Jay, para ksatria bahkan Annie secara naluriah berhenti bergerak. Udara di lapangan latihan terasa berubah, seperti angin yang mendadak menahan napasnya. Morvena berdiri di sana dengan sikap tenang, seolah ia tidak sedang menjadi pusat perhatian.Sementara Selene… masih diam. Wajahnya tenang, terlalu tenang.Keheningan itu justru membuat Dagny dan Divrio panik.“Ibu, jangan bicara dengannya!” seru Dagny lantang, refleks menarik ujung gaun Selene.“Iya!” sambung Divrio cepat, berdiri setengah melindungi meski tubuhnya sendiri lebih kecil. “Ibu jangan bicara dengan orang jahat!”Beberapa ksatria nyaris tersedak menaha

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   432. Wanita yang sulit

    Selene menatap Viviene lama, terlalu lama, seolah sedang menimbang apakah percakapan ini masih layak dilanjutkan atau seharusnya dihentikan di sini sebelum berubah menjadi sesuatu yang lebih kejam.“Viviene,” ucap Selene akhirnya, suaranya tenang namun berlapis peringatan, “aku tidak bisa ikut campur jika sesuatu terjadi dan Dirian mengetahuinya. Jika itu sampai terjadi… kau tidak akan bisa lepas dari ini.”Viviene terkekeh kecil, tawa tanpa kehangatan. “Jangan menggurui aku seolah kau tahu semua hal tentang Dirian,” balasnya tajam. Matanya menyipit, lalu ia melanjutkan tanpa ragu, “Ingat satu hal, kau itu hanya pengganti, Selene. Pengganti dari aku, wanita Dirian yang sebenarnya.”Kata-kata itu menghantam lebih keras daripada yang Viviene bayangkan. Selene menghela nap

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   431. Alasan ini harus terjadi

    Pagi itu Selene tampak tenang. Ia duduk rapi di balik meja kerjanya, punggung tegak, rambutnya disematkan sederhana seperti hari-hari biasa. Sinar matahari masuk dari jendela tinggi, menyapu permukaan meja dan berkas-berkas yang tersusun rapi. Namun hanya Selene yang tahu, ketenangan itu palsu.Jari-jarinya mencengkeram berkas yang sedang ia baca sedikit terlalu kuat.Ilard berdiri beberapa langkah di depannya, sikapnya formal seperti biasa. Ia sudah lama mengenal nyonyanya itu, dan dari cara Selene terlalu lama menatap satu halaman, Ilard tahu ada sesuatu yang mengganggunya.Selene akhirnya mengangkat wajahnya. “Jadi,” katanya pelan namun tajam, “dia ingin membuat pesta teh?”Ilard mengangguk singkat. “Benar, Nyonya.”

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   430. Obat terenak

    Viviene mengatupkan bibir. Ia sudah terbiasa dengan tatapan orang yang menghakimi, tetapi ada sesuatu dalam cara Morvena menatapnya yang membuat tengkuknya terasa dingin.“Dia begitu membencimu,” lanjut Morvena, suaranya tetap tenang namun setiap katanya menghujam, “bahkan ingin membunuhmu. Mencekikmu dengan tangannya sendiri.”Viviene tercekat. Untuk sesaat, wajahnya menegang sebelum ia terkekeh singkat tawa kering yang dipaksakan. “Berlebihan,” katanya. “Dia hanya bocah yang tak tahu apapun.”Morvena menggeleng pelan. “Tidak,” jawabnya lembut, hampir simpatik. “Itu bukan amarah seorang bocah. Itu naluri yang lahir dari luka yang dalam.”Ia memiringkan kepala, menambahkan dengan nada seolah sedang

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   429. Kebencian yang tidak wajar

    Selene tidak menjawab, namun genggaman tangannya sudah cukup sebagai jawaban.Sylar terdiam cukup lama setelah Selene menyelesaikan ceritanya. Tangannya masih melingkari cangkir teh yang sudah tak lagi mengepul, namun ia tidak meminumnya. Matanya menatap cairan pucat itu tanpa fokus, seolah di sana tersimpan bayangan-bayangan yang baru saja dipaksakan masuk ke dalam kepalanya, tentang kutukan, penyihir, dan rencana yang terlalu kejam untuk disebut kebetulan.“Sejujurnya…” Sylar akhirnya membuka suara. Kalimat itu terhenti di tenggorokannya, seperti harus melewati lapisan perasaan yang saling bertabrakan. Ia menghela napas, lalu mengangkat wajahnya menatap Selene. “Aku tidak sepenuhnya percaya.”Selene tidak terkejut. Ia hanya menunduk sedikit, jemarinya saling bertaut di atas pangkuan. Reaksi itu justru membuat Sylar merasa semakin tidak e

  • Duke Dirian, Nyonya Ingin Bercerai!   428. sebuah cerita

    Mereka baru saja menyelesaikan latihan ketika langkah kaki terdengar mendekat dari arah halaman.Jay masih sempat menarik napas dan berkata, “Baik, itu cukup untuk hari ini—”“PAMAAAN SYLAR!!”Teriakan itu datang bersamaan.Divrio dan Dagny berbalik serempak, mata mereka langsung berbinar saat melihat sosok tinggi yang baru saja memasuki halaman. Tanpa aba-aba, kedua bocah itu berlari secepat yang kaki kecil mereka bisa.“Tunggu—!” Jay refleks mengangkat tangan, tapi sudah terlambat.Sylar bahkan belum sempat sepenuhnya membuka lengannya ketika dua proyektil kecil penuh tenaga itu menubruknya.“Ugh&mdash

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status