Pertanyaan itu menghantam Dirian seperti pedang yang tak terlihat. Di dunia nyata, tubuhnya menegang. Tangannya mencengkeram alas salju semakin kuat, dadanya sesak, napasnya tercekat.Ia ingin menjawab dan Ia ingin mengatakan aku akan runtuh, aku akan hancur, aku tidak akan bertahan.Namun di dalam mimpi itu, kata-kata tak sempat terucap. Wajah Selene perlahan memudar, seolah ditelan kabut, meninggalkan Dirian sendirian di tengah ruang luas yang sunyi.Flap.Di tepi danau dengan udara yang membeku, Dirian membuka matanya dengan tarikan napas tajam. Ia terbangun dengan napas terengah, dadanya naik turun keras. Tangannya masih mencengkeram alas salju, seolah ia takut mimpi itu akan kembali merenggut sesuatu darinya. Api unggun di depannya menyala redup, memantulkan cahaya
Última atualização : 2026-01-29 Ler mais