Dirian terbangun pada hari kelima.Kesadarannya datang perlahan, seperti seseorang yang muncul dari dasar air berat, dingin, dan membuat kepalanya berdenyut hebat. Kelopak matanya bergetar sebelum akhirnya terbuka, cahaya lembut menyusup ke penglihatannya. Bau kayu terbakar, kain kering, dan ramuan pahit menyambut inderanya.Hal pertama yang ia lihat adalah Selene.Wanita itu duduk di sisi ranjang darurat, rambutnya terurai, wajahnya jelas menunjukkan kelelahan yang belum sepenuhnya pergi. Di belakangnya, ada Lamina, Aire, Luna, Jay, Sig, dan yang lain. Hampir semuanya ada di sana, memenuhi tenda yang kini terasa sempit.Dirian mengerjap beberapa kali, mencoba memahami kenyataan di depannya. “Kalian…” suaranya serak, tenggorokannya kering. “Kenapa kalian semu
Last Updated : 2026-01-31 Read more