Malam Jakarta bergegas menyapa, tapi bagi Bima Adnyana dan Alvin Mahawira, suasana ibu kota terasa membara. Nggak, bukan karena cuaca panas khas khatulistiwa, melainkan bara amarah yang menyulut jantung mereka. Beberapa menit lalu, di ujung telepon yang samar, suara dr. Kaiden terdengar penuh tekanan, menyerahkan informasi yang, sejujurnya, nggak akan pernah mau mereka dengar. Dia "menjual" Kevin demi keselamatannya sendiri dan juga Franda. Kaiden merincikan semuanya, mulai dari aroma kloroform di lorong, penyergapan brutal di ujung jalan itu, sampai detail bejat tindakan Kevin di vila yang entah ada di pelosok mana.Kenyataan itu, asli, menghantam Bima dan Alvin lebih keras dari hantaman fisik manapun. Buat Bima, ini pengkhianatan telak dari keluarga ipar tirinya, Gabriel dan anak-anaknya. Ngeri. Kalau buat Alvin? Itu bukan sekadar penghianatan, tapi penodaan kejam pada wanita yang, sumpah mati, cuma dia puja mati-matian, Lidya. Jantungnya bergemuruh sakit tiap membayangkan
Read more