"Ini nggak mungkin!" teriak Nolan dalam hati. Beberapa waktu lalu, Alina memang sempat membahas perceraian dengannya, tapi bagi Nolan, itu cuma omongan impulsif tanpa keseriusan. Ia yakin istrinya hanya sedang emosi sesaat. Nolan meraih ponsel yang tadi terjatuh ke lantai, bersiap menelpon Alina. Namun, yang terdengar hanya nada sibuk. Dengan cepat, ia mengirim pesan lewat W******p. Matanya membulat saat melihat nomornya sudah diblokir. Panik, Nolan segera menghubungi asistennya, Gio, untuk mencari keberadaan Alina. Ia tahu, Alina tak punya tempat lain untuk bersandar atau berteduh selain dirinya. Tiba-tiba, tangannya terkepal erat saat teringat sesuatu. "Kevin," gumamnya dengan nada penuh amarah. Nolan berpikir, jika ia gagal menemukan Alina, maka Kevin harus ia temukan terlebih dulu. Sementara itu di tempat lain, Alina membuka matanya perlahan, rasa nyeri menjalar di sekujur tubuhnya seperti bekas pertempuran hebat semalam. Napasnya masih terengah, tapi di bali
Last Updated : 2026-01-14 Read more