Cahaya matahari yang lembut, menyebar melalui jendela-jendela tempat resepsi yang sudah dihiasi sempurna, diiringi musik piano lembut terdengar, dan tamu sudah duduk rapi, mengenakan pakaian tercantik mereka. Di kamar persiapan, gaun putih sederhana yang Syafana kenakan terpasang sempurna, rambutnya disanggul dengan hiasan bunga melati kecil di tengahnya . Bu Salsa berdampingan, jarinya lembut membenarkan gaunnya, mata dipenuhi air mata senang. “Syafana, akhirnya hari ini tiba juga. Ayahmu sudah sangat lama menunggu hari ini, semoga hari ini, berjalan dengan lancar tanpa masalah sedikitpun,” ucap Bu Salsa pelan. Air mata membasahi pipinya. Ia sungguh tak percaya, menyaksikan putri semata wayangnya bersanding di pelaminan pada hari ini. “Jangan menangis, Bu. Hari ini adalah hari kebahagian kita, aku mohon jangan ada satupun air mata kesedihan,” pinta Syafana, mencium tangan ibunya. Bu Salsa mengangguk, meski hatinya bercampur aduk. “Ibu menangis karena terharu, Nak. Ayahmu pa
Last Updated : 2025-12-07 Read more