"Kau yakin tidak apa sendirian di rumah ini, Elisa?" tanya Leo sekali lagi sebelum ia pulang. "Aku yakin, Leo. Aku mulai makin percaya diri sekarang, apalagi setelah mengetahui kalau musuhku dan musuh Grandpa sama, yaitu Eddy, Susan dan Tante Hilda." Leo terdiam sejenak mendengar kata musuh. Elisa bisa tenang karena musuhnya dan musuh Darmawan sama, tapi musuh Elisa dan musuh Leo berbeda. Namun, Leo tidak mengatakan apa pun dan hanya nengangguk. "Baiklah kalau begitu, telepon aku kapan pun kau butuh, Elisa. Sekarang tidak ada Eddy. Ada pun juga tidak berguna. Tapi ada aku, aku harus tahu apa pun tentangmu, jadi beritahu aku semuanya. Biarkan aku menjadi orang pertama yang tahu semua tentangmu." Elisa kembali tersipu, sebelum ia mengangguk. Bahkan kualitas Leo lebih pantas menjadi seorang suami dibanding Eddy. "Baiklah, Leo. Pulanglah, aku baik-baik saja." Leo akhirnya berpamitan pulang dan Elisa pun masuk ke dalam rumah, rumah yang mungkin sebentar lagi akan tenang kembali kalau
Read more