Tidak ada manusia yang sempurna, tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kessalahan. Tapi pemenang sejati adalah mereka yang mau mengaku bersalah, bertobat, dan menjadi lebih baik. Elisa tidak pernah menyangka hari itu akan tiba. Bukan hanya hari pernikahannya, tapi hari di mana Arman menunjukkan ketulusan yang paling dalam untuk mendoakan kebahagiaannya. Bahkan Arman rela menukar umurnya demi kebahagiaan Elisa. Sungguh, Elisa tidak bisa mengungkapkan rasa bangga dan bahagianya. Dalam pernikahannya kali ini, semua memberikan restu yang full, tanpa kecuali. "Terima kasih, Ayah. Terima kasih. Aku akan bahagia kali ini, aku janji," ucap Elisa. "Aku juga bersumpah akan mencintainya dengan hidupku, tidak perlu takut sedikit pun," timpal Leo yang masih enggan memanggil Arman dengan sebutan Ayah. Tapi jawaban itu sudah cukup membuat Arman puas. Ia terus mengusap air matanya, sebelum ia mengangguk, menyerahkan Elisa pada Leo, lalu kembali ke bangku penonton. Sementara Elisa dan Le
Ler mais