Rasa penasaran masih menuntut jawab, tetapi waktu sudah menunjukkan kalau Cahya harus segera berengkat kerja. Setelah memastikan kebutuhan Sakti anaknya beres, dia memesan ojek online.“Hai, Mbak Cahya!” Komang berlari dari tempat parkir.“Harusnya aku jemput Mbak, ya. Lumayan dari pada keluar ongkos untuk ojek,” ucap Komang setelah mensejajari Cahya.Sambil berjalan Komang melanjutkan cerita, bagaimana sepinya saat suami masih ada kerjaan di Jawa. Awalnya senang karena tidak ada yang cerewet, lama-lama kesepian.“Tapi kan duitnya banyak, Mbok.”“Ya, lumayan. Tapi setiap malam gak ada yang peluk,” celetuknya sambil tertawa.Sambil menyenggol lengan Cahya, Komang berseloroh. “Kalau Mbak Cahya gimana sama pacar. Dia hot, ya?”“Apaan, sih, Mbok Komang ini,” seru Cahya sambil mendesis dan melotot. Namun, diakhiri dengan senyuman.Masih ingat, bagaimana saat sang Tuan minta ciuman meskipun lewat ponsel. Hal yang sepele tetapi menunjukkan kalau Cahya begitu berarti. Dadanya tiba-tiba berdeba
Huling Na-update : 2025-12-30 Magbasa pa