Share

Sisi Gelap

Penulis: Risca Amelia
last update Tanggal publikasi: 2026-02-17 17:33:02

Perawat pribadi Tuan Markus mengangguk patuh, sesudah menerima instruksi. Ia bergegas keluar untuk memanggil Kageo yang masih berada di area taman belakang.

Di dalam kamar, Dastan menatap kakeknya dengan sorot mata yang sedikit ragu. Ia tahu betul bagaimana watak Tuan Markus jika sudah mendengar berita besar.

"Opa, Moza masih hamil muda. Menurutku, tidak perlu dirayakan secara berlebihan dulu," ujar Dastan mencoba memberi pengertian.

Namun, Tuan Markus memotong dengan lambaian tangan yang tega
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Lei Ni
tapi kan harus tetap dibaca, karena buka bab tidak bisa dilompati...
goodnovel comment avatar
Risca Amelia
chapter di bawah yang judulnya sama jangan dibaca ya, skip saja. itu terdouble karena sinyal. Baca yang judul chapternya berbeda. terima kasih.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Sarang Para Tuan Muda

    Ketika mobil Dastan memasuki gerbang mansion, seperti ada aliran listrik yang menjalar di udara. Kehadiran tiga mobil mewah yang terparkir di halaman depan, menjadi pertanda bahwa seluruh “Tuan Muda” keluarga Limantara telah berkumpul di sarang mereka.Moza menyentuh lengan Dastan, matanya memancarkan kegelisahan. "Dastan, ayo kita masuk lebih cepat. Kita harus membantu Reva dan Bara,” bisik Moza. “Aku takut situasi di dalam memanas, karena masalah pergantian calon pengantin itu."Dastan mematikan mesin mobilnya, lalu menatap sang istri penuh ketenangan. Ia merapikan anak rambut Moza yang sedikit berantakan karena angin malam. "Tenanglah, Sayang. Elbara seorang pengacara handal yang pandai bicara. Dia pasti bisa membela dirinya dan Reva di hadapan Opa Markus. Aku sangat yakin pada kemampuan adikku."Moza menggelengkan kepala, bibirnya mengerucut tipis. "Bara memang hebat, tapi aku memikirkan Reva. Dia belum pernah mengalami situasi seperti ini, berhadapan langsung dengan otoritas te

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Pria Tampan di Salon Kecantikan

    Dastan benar-benar membuktikan ucapannya. Di sebuah salon premium di pusat kota, pria itu duduk tenang di sofa lobi dengan laptop di pangkuannya.Kehadiran Dastan tampak kontras dengan suasana sekitarnya yang penuh dengan wanita. Meski ia hanya mengenakan setelan kasual, tetapi kharisma seorang Dastan Limantara tidak dapat disembunyikan.Beberapa wanita yang baru masuk atau sedang menunggu giliran berkali-kali melirik. Bahkan, ada yang sengaja memperlambat langkah hanya untuk mencuri pandang.Ketampanan Dastan yang maskulin, serta sikap telatennya menunggu pasangan di salon, membuat banyak wanita berbisik iri."Lihat itu, jarang sekali ada pria setampan dia mau bersabar di salon sampai membawa pekerjaan," bisik seorang wanita muda kepada temannya."Istrinya sangat beruntung," sahut yang lain.Namun, Dastan tetaplah Dastan. Ia bersikap dingin dan acuh tak acuh. Baginya, lobi salon itu tak ubahnya ruang kerja sementara. Matanya hanya terpaku pada deretan angka dan laporan di layar lapt

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Menjadi Ratu-ku Malam Ini

    Selepas penyatuan raga yang meluruhkan segala pembatas, terjadi perubahan drastis dalam diri Kageo. Pria itu menanggalkan jubah monster yang selama ini ia pakai.Kageo menunjukkan sisi manjanya yang tak terduga—sisi polos yang selama ini terkubur di bawah lapisan dendam. Di meja makan, ia hanya menatap piringnya dengan pandangan malas sampai Aya duduk di sampingnya."Suapi aku," pintanya menuntut perhatian.Aya tidak lagi mendesah kesal atau merasa terancam. Ia mengambil sendok dan menyuapi Kageo dengan gerakan yang penuh ketulusan. Tak hanya itu, Kageo seperti enggan melakukan apa pun sendiri. Ia meminta Aya membantunya mengenakan kemeja, menyisir rambut, dan bersikeras agar sang istri menemaninya melukis.Aya melakukan semua itu dengan hati yang ringan. Menyadari bahwa di balik keangkuhannya, Kageo hanyalah jiwa yang sangat haus akan kasih sayang.Suasana kamar kembali sunyi di malam hari. Aya sibuk merapikan pakaian mereka ke dalam koper besar di sudut ruangan. Setelah selesai, i

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Terlahir Kembali Setelah Penyatuan

    Hujan di luar sana seolah menjadi saksi atas pergeseran atmosfer yang terjadi di dalam kamar.Suhu tubuh Kageo yang tadinya sedingin es, kini merayap naik hingga terasa membara. Panas ini bukan lagi akibat demam atau reaksi anemia aplastik, melainkan lahir dari hasrat yang tersulut di tengah kesunyian.Aya bisa merasakan deru napas Kageo yang semakin memburu di ceruk lehernya. Begitu pula detak jantung pria itu yang berpacu kencang.Kageo membuka matanya, menatap Aya dengan rasa lapar yang tak terbendung."Cahaya..." suara Kageo terdengar sangat serak. "Aku ingin menciummu."Sebelum Aya sempat menjawab, jemari Kageo menyelusup ke dagunya, mengangkat wajahnya sedikit untuk mengunci tatapan mereka. Detik berikutnya, Kageo menunduk dan menyesap bibir Aya. Ciuman itu dalam dan menuntut, sebuah luapan emosi dari seorang pria yang baru saja ditarik dari ambang kematian.Lidah mereka pun saling bertautan, menghapus hawa dingin yang masih tersisa.Tatkala oksigen mulai menipis, Kageo melepas

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kehangatan Tubuhmu

    Pagi itu, langit di desa tampak kelabu, menumpahkan hujan deras yang membasahi pintu dan kaca jendela. Di dalam kamar, Aya mengerjapkan mata karena mendengar bunyi guntur yang bersahut sahutan. Empat hari telah berlalu sejak pernikahan paksa yang terasa seperti mimpi buruk. Kini, kakinya yang terkilir berangsur membaik, tetapi hatinya masih tertatih. Kageo adalah teka-teki yang sulit ia pecahkan. Pria itu bisa sangat jahat, tetapi juga bisa mendadak tenang dan lembut.Hari-hari ia lalui dengan duduk di samping Kageo, menemaninya melukis atau sekadar menggubah lagu untuk mengisi waktu. Aya pun menyibak selimutnya, bermaksud untuk mengambil air minum. Namun, alangkah kagetnya ia saat mendengar suara desisan dari samping. Kageo masih terpejam, tetapi rahangnya mengatup rapat. Tubuh jangkung itu menggigil hebat. Aya terkejut, ia segera menyentuh lengan Kageo yang menempel di dahi.Dingin. Sangat dingin, seolah ia menyentuh bongkahan es dari dasar lautan."Kageo, kau kenapa?" bisik A

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Satu-satunya Wanita yang Kupilih

    Suasana di dalam mobil berangsur hening, setelah emosi Reva lebih stabil. Napasnya masih terdengar berat, tetapi isak tangisnya sudah berganti menjadi helaan napas yang panjang .Elbara, yang sejak tadi setia menemani Reva, menoleh dengan tatapan simpati. Ia tahu, meskipun persidangan telah dimenangkan, luka baru yang dibuka oleh teriakan Arseno di ruang sidang jauh lebih menyakitkan.Elbara membetulkan posisi duduknya, suaranya terdengar sangat hati-hati agar tidak mengagetkan Reva. "Kau mau kita ke tempat yang tenang? Ke Resort Blue Ocean,” tawar Elbara memecah kesunyian. “Di sana kau bisa memulihkan diri, menjauh dari kejaran wartawan, dan tidak ada satu orang pun yang akan mengganggumu."Reva terdiam sejenak, menatap kosong ke arah jalanan dari balik jendela mobil. Pikirannya masih dipenuhi oleh ekspresi bersalah Baskoro dan tuduhan Arseno. Untuk saat ini, ia memang butuh ruang untuk bernapas, tempat di mana bunyi deburan ombak bisa menenggelamkan suara-suara jahat di kepalanya

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Misi Rahasia

    Pagi itu, Moza bergerak gesit di dapur. Ia memastikan Kayden dan Abigail menghabiskan sarapan telur gulung serta sereal mereka. Suara denting sendok dan tawa kecil anak-anak menjadi latar belakang yang menghangatkan suasana. Setelah urusan perut anak-anak selesai, Moza segera beralih ke kamar untu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-26
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Rindu Kehadiranmu

    Valen mencengkeram kemudi dengan jemari yang gemetar. Keringat dingin membasahi telapak tangannya saat ia melirik ke arah kaca spion. Ternyata, mobil para pengawal suruhan Rezon masih setia membuntuti mereka, bagaikan bayangan kematian."Tapi Kak, bagaimana kalau Elbara tahu aku yang mengirimkan vi

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-26
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Tiba-tiba Cemburu

    Melihat Rezon yang masih bungkam dengan wajah mengeras, Estella mengulas senyum kemenangan. Ia merasa telah memegang kendali penuh atas pria di depannya."Aku yakin kau pasti akan membuat pilihan yang bagus, Rezon. Kau terlalu cerdas untuk menghancurkan kariermu sendiri," ujar Estella dengan nada m

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-26
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Bisakah Kita Bersama?

    Moza duduk di atas karpet terbal, di antara Kayden dan Abigail. Di hadapan mereka, Bi Marni telah menghidangkan kue pisang, bolu kukus, dan susu hangat yang masih mengepulkan uap. Aroma manis dan gurih itu berpadu dengan udara sejuk yang masuk melalui celah jendela.Kayden menempelkan hidungnya ke

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-26
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status