Dini hari, sebelum pertunjukan wayang selesai, Damarteja mengutus Endra untuk ‘menjemput’ Raden Tumenggung Yajnayodha. Situasi dikondisikan tenang, sehingga tak ada yang menyadari operasi tersebut.“Raden Tumenggung, Paduka Pangeran memiliki keperluan dengan Anda. Mohon ikut saya ke Puri Kacayagra,” ucap Endra di area pertunjukan wayang kulit.“Tak biasanya Paduka Pangeran memanggilku ke kediaman beliau.” Tumenggung Yajnayodha menepuk bahu sang ajudan.Lelaki itu menelisik sikap Endra sejenak. Tenang dan sopan. Tak ada niat melakukan kekerasan jika sang pejabat tersebut menolak permintaannya.“Raden Tumenggung!” seru Endra.“Paduka Pangeran sudah menunggu,” sambungnya.Sang Tumenggung mengedarkan pandangan ke berbagai penjuru. Mencari tahu apakah ada prajurit dalam jumlah yang tak wajar. Dan dia tak menemukannya.“Baiklah. Ayo ke sana!” Tumenggung Yajnayodha bangkit dari duduknya.Lelaki itu berpamitan dengan istri dan para selirnya. Ia kemudian bertukar pandang dengan ajudannya. Membe
Read more