Setelah mengucapkan itu, tanpa menunggu jawaban, Neilson langsung melangkah menuju dapur, meninggalkan Lyra berdiri dengan raut wajah bingung. Lyra memilih tak memperpanjang obrolan mereka, mengabaikan keganjilan di dadanya, lalu segera kembali ke kamar untuk bersiap ke kampus.Tak lama kemudian, ia keluar kamar dengan langkah tergesa. Saat menuruni tangga, ruang utama tampak lengang, sepertinya Neilson sudah pergi lebih dulu. Tanpa sengaja pandangannya tertuju pada meja makan, tersaji sepiring roti dan satu gelas susu, berdampingan dengan sebuah kotak kecil berwarna hitam.Langkah Lyra melambat ketika mendekat ke arah meja makan. Alisnya berkerut saat menyadari kotak itu adalah boks ponsel baru. Dengan ragu, ia mengambilnya, lalu membuka penutupnya perlahan. Sebuah ponsel baru berada di dalam, layarnya sudah menyala seolah sengaja dipersiapkan untuknya.Lyra menelan ludah, lalu menekan tombol layar. Ponsel itu terbuka tanpa sandi. Di dalam daftar kontak, hanya ada satu nomor yang ter
Baca selengkapnya