Adrian berdiri di ambang pintu, basah kuyup, dengan pistol Glock di tangan kanannya yang terarah lurus ke kepala Arkan. Namun, melihat pisau di leher Dara, Adrian menahan langkahnya.Cahaya senter ia arahkan sedikit ke bawah agar tidak menyilaukan Dara, namun cukup untuk melihat ketakutan di mata gadis itu. Dara gemetar hebat, wajahnya pucat pasi, tangannya memegang perutnya secara protektif."Tenang, Arkan," kata Adrian. Nadanya berubah datar, klinis, seolah sedang mengajar di kelas. "Mari kita berhitung. Kamu pegang pisau karatan. Saya pegang pistol semi-otomatis dengan 15 butir peluru. Di luar, ada empat orang bersenjata laras panjang yang siap menembus dinding bambu ini. Probabilitas kamu selamat dari sini adalah nol koma nol sekian persen.""Persetan sama teori lo!" ludah Arkan, tangannya gemetar hingga pisau itu sedikit menggores kulit leher Dara. Darah segar menetes.Mata Adrian menyipit melihat darah itu. Kontrol dirinya retak."Lepaskan dia," kata Adrian, setiap suku kata dit
Last Updated : 2025-12-10 Read more