Saat Selina kembali ke meja, Raven sudah duduk di tempatnya semula. Pria itu makan dengan tenang, bahkan sesekali berbincang ringan dengan Giovanni, seolah tidak terjadi apa pun beberapa menit sebelumnya. Yang membuatnya lebih heran, sikap adik iparnya itu persis seperti Dusan—acuh dan tak menunjukkan sedikit pun tanda bahwa ia baru saja mengguncang dunia Selina. Wajahnya begitu tenang. Memang benar-benar menyebalkan pria itu. “Sudah selesai, Sayang?” Giovanni menundukkan kepala sedikit, bertanya pelan. Selina hanya mengangguk, menggeser kursinya sebelum duduk kembali di sisi suaminya. "Kamu sakit haidnya? Bukannya sebelumnya kamu ga pernah pakai kompres haid ya?" tanya Giovanni lagi membuat gerakan tangan Selina meraih sendok terhenti. "Mm... iya nih, Sayang, kayaknya karena belakangan ini aku banyak kerjaan dan hormon aku nggak stabil," jawab Selina seraya menerbitkan senyum di bibirnya. "Nanti, aku tanya dokter Ersa ya." Tangan Giovanni terulur, mengusap lembut pungg
Last Updated : 2025-11-26 Read more