Selina meraih tissue di tengah mejaa dan menggesernya pada Bi Mirna. Sesaat kemudian menarik kursi plastik dan duduk lebih dekat pada sang asisten rumah tangga keluarga Mathias itu, tubuhnya sedikit condong ke depan seolah ingin memastikan setiap kata tak terdengar orang lain.“Dari cerita Bibi, sekarang Mama pasti dalam keadaan sangat sedih,” ucap Selina pan. Ia meraih botil air mineral, menekannya dan memutar tutupnya hingga terbuka. “Beberapa hari ke depan Bibi coba buatkan masakan kesukaan Mama, ya? Terus minta bantuan yang lain untuk bersihkan dan tata ulang rumah. Juga… baju yang Bibi temuin di mobil Papa itu buang dan bakar saja.”Bi Mirna terdiam sejenak. Tangan tuanya yang meremas tisu ikut terhenti, lalu ia menatap Selina dengan kerutan dahi. “Tapi, kenapa rumah harus ditata ulang, Non? Terus… kenapa baju itu dibuang? Bukannya nanti bisa jadi bukti?”Selina mengembuskan napas panjang. Ia mengangguk sebelum menjawab, “Soal rumah, biar suasananya berubah. Kalau Mama pulang, di
Last Updated : 2025-12-04 Read more