Melihat tatapan tajam dari kedua sahabatnya, Aksara tiba-tiba terlihat salah tingkah, dada sesak dan pikirannya bergejolak. Namun, secepat kilat ia menepis kegelisahan itu dan dengan suara dingin menusuk, ia melontarkan, "Pacarmu, Galen?" Galen mengerutkan alis, matanya menukik dalam, "Aku tidak pacaran dengan Quensa dan..." "Kau jangan pura-pura bodoh! Kau yang bawa dia ke pesta pernikahanku," potong Aksara dengan nada tajam penuh kecurigaan. Galen menarik napas panjang, berusaha menguasai diri. "Aku hanya kebetulan ketemu dia di lobi. Jadi aku ajak dia ikut bareng saja, itu tidak lebih." "Wah, kabar baik itu, setidaknya kau tetap sahabat setia dan tak pernah menikung aku," sela Bara dengan senyum sinis yang membuat suasana makin panas. Aksara menatap dalam wajah Galen, mencari celah kebohongan—tapi tak ada. Ketulusan terpancar jelas di matanya. "Btw, dari grup ramai sekali gosip. Katanya Quensa keguguran," ucap Bara dengan pandangan serius yang menusuk. Galen menggeleng, tega
Last Updated : 2025-11-17 Read more