Binar menatapnya. Tidak melawan, tapi juga tidak merespon genggaman itu. Dia hanya berdiri, menunduk sedikit pada Nurma dan Pandu, lalu berjalan mengikuti langkah Bhaga.Namun, saat langkahnya sudah agak jauh dari rumah utama, dia melepaskan tangan Bhaga dengan halus, lalu melangkah sendiri ke paviliun.Dada Bhaga mencelos, ternyata begini rasanya tak diinginkan. Dia terdiam sesaat menatap punggung Binar yang kini terlihat begitu tegap, sebelum akhirnya dia melangkah dengan cepat, mengejar Binar.Tetapi, langkahnya kembali berhenti. Dia menoleh, ke arah rumah utama kemudian berbalik dan melangkah kembali.Di ambang pintu, dia berhenti. Menoleh ke Pandu."Ini rumahku. Dan kamu tidak diundang."Pandu bangkit, wajahnya tenang. "Aku diundang Tante Nurma.""Mami bukan pemilik rumah ini." Mata Bhaga dingin. "Aku. Jadi keluar. Atau aku panggil keamanan."Nurma berdiri cepat. "Bhaga! Bersikaplah yang so—""Tolong, jangan ikut campur, Mami!" hardik Bhaga, membuat Nurma tertegun. "Mami sudah cu
Read more