Lima minggu berjalan dengan jadwal belajar yang penuh, tugas, dan tanggung jawab di rumah. Jujur, Binar kelelahan, tapi semangat dan tekadnya membuat semuanya terasa menyenangkan.Seperti sore ini, Binar baru pulang jam enam. Dia baru saja membeli beberapa kebutuhan Ardan yang telah habis setelah mengikuti kelas terakhir. Matahari sudah tenggelam, menyisakan jingga di ufuk barat.Dia masuk melalui pintu dapur, kebiasaan yang masih sulit hilang, dengan tas selempang berisi modul dan catatan, juga beberapa tote bag berisi barang belanjaan.Maryam sedang di dapur, merapikan peralatan masak. "Non Binar, sudah pulang?""Ya, Bi." Binar meletakkan tas, meregangkan leher. "Ardan sudah makan dan mandi?""Sudah, Non. Tadi jam lima. Sama Sari." Maryam tersenyum. "Makannya lahap. Sekarang lagi gambar di kamar.""Syukurlah." Binar melongok ke kulkas, mengecek stok untuk besok. Sayuran tinggal sedikit, daging masih ada. "Bi, besok tolong tambah beli brokoli, ya. Ardan suka yang direbus sebentar.""
Read more