/ Romansa / Di Ranjang Majikanku / 227. Mak Comblang

공유

227. Mak Comblang

작가: Keke Chris
last update 게시일: 2026-02-27 18:54:16

Di balik sebuah etalase makanan dekat pintu masuk supermarket, Nurma berhenti. Matanya membelalak.

Tidak salah lagi. Itu Binar. Dengan kantong belanjaan berantakan di kedua tangan, dan di depannya, seorang pria sedang membantunya memunguti barang-barang yang jatuh. Pria yang baru saja ditemuinya minggu lalu.

Nurma bersembunyi, tapi matanya tidak berkedip. Dia melihat bagaimana pria itu menatap Binar. Bukan tatapan biasa. Tatapan penuh arti.

Lalu, Binar terlihat gugup. Wajahnya memerah. Dia ters
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Di Ranjang Majikanku   354. Rencana Lamaran

    "Aku jamin kau bakal ditertawakan semua orang kalau melamar Binar di restoran mewah." Bhaga yang sedang menyeruput kopi langsung menurunkan cangkirnya. Dia menatap Rendi—teman yang sudah lama tak dia temui, dan hari ini pria itu terpaksa datang untuk membantunya mencari solusi untuk melamar—dari balik meja kerja dengan sorot mata tidak percaya. "Apa maksudmu ditertawakan? Itu cara yang keren." "Maksudku sederhana." Rendi bersandar santai di kursi. "Kau terlalu lama jadi CEO sampai lupa cara menyenangkan perempuan jaman sekarang." Bhaga mengembuskan napas panjang. Pagi itu ruang kerjanya berubah menjadi markas darurat lamaran. Berkas laporan perusahaan tersingkir ke sudut meja. Laptop terbuka menampilkan berbagai model cincin berlian. Beberapa gambar restoran mewah juga bergantian memenuhi layar. "Coba lihat yang ini." Bhaga menunjuk salah satu foto. "Menurutmu bagaimana?" "Cantik." "Nah, keren bukan pilihanku?" "Terlalu mahal." Rendi menggelengkan kepala. Bhaga mendecak kesal

  • Di Ranjang Majikanku   353. Tekad Menikah

    "Mi, Papi akan menggantikan Bhaga menjaga Mami. Bhaga pulang ya?""Pulang saja sana! Mami enggak suka anak laki-laki yang enggak bisa serius dengan hidupnya. Masa depan enggak dipikirkan. Kasihan Binar, cuma buat mainanmu!" Nurma bahkan tak mau menengok pada wajah Bhaga. Bhaga baru hendak menjawab, tapi kalimat Nurma membuat bibirnya tertutup rapat.“Kalau kamu enggak mau menikahi Binar, biar mami nikahkan dia dengan anak teman arisan mami yang enggak kalah tampan dan kaya.” Nurma melirik kesal sekilas ke Bhaga. “Dan mami pastikan, Binar akan menyetujui."Tak ada lagi obrolan, karena Djati langsung mendorong Bhaga untuk keluar dari kamar itu.Langkah Bhaga terasa berat saat melintasi koridor sepi rumah sakit malam menjelang pagi itu. Djati yang tak bisa tidur memutuskan tidur di rumah sakit lalu menyuruh Bhaga pulang di jam dua pagi. Setelah meninggalkan diskusi panas di rumah sakit, rasa bersalah karena kemarahan Nurma masih menggerogoti dadanya saat dia tiba di rumah.Suara langka

  • Di Ranjang Majikanku   352. Ultimatum Nurma

    Hari dijalani dengan begitu tenang, Bhaga kembali merasakan kedamaian yang belakangan tak dia miliki karena kecemasan yang berlebihan. Tak hanya Ardan, Binar pun menjadwalkan Bhaga untuk bertemu juga dengan psikolog dan hal itu membuat semua menjadi jauh lebih baik.Hingga, siang itu ada telepon yang berulang kali masuk dari nomor rumah orang tua Bhaga. Awalnya Bhaga mengira kedua orang tuanya pasti menanyakan kabar karena dia sudah lama tidak pulang kesana. Tapi ketika suara asisten Djati yang terdengar, hatinya mulai kuatir.Benar saja.“Pak Bhaga, Nyonya Nurma masuk rumah sakit.” “Apa?!” Bhaga yang baru saja memulai rapat langsung membeku. Dia bingung, rasanya baru semalam dia mendengar maminya telepon dengan Binar dalam keadaan sehat, kenapa tiba-tiba masuk rumah sakit?Panggilan itu masih berlangsung, tapi pikiran Bhaga mendadak blank. Sampai telinganya menangkap suara Rudi yang sedikit panik saat mencoba menyadarkannya. “Kami baru dapat kabar dari Pak Djati. Tekanan darah be

  • Di Ranjang Majikanku   351. Kamu Sudah Hadir

    Perubahan itu tidak terjadi dalam semalam. Bhaga benar-benar menepati janjinya. Dia perlahan berubah dan perubahan itu juga terjadi secara pelan dan bertahan. Hal itu membuat semua berubah lebih baik dan menjadi lebih menyenangkan.Awalnya, Bhaga hanya pulang lebih cepat dari biasanya. Bukan karena rapat batal, tapi karena dia sadar bahwa waktu yang dimiliki dengan anaknya tidak pernah cukup.Sekarang, dia mulai pulang sebelum malam benar-benar turun.Binar tidak pernah banyak bertanya. Dia hanya menatap Bhaga, tersenyum bangga, lalu kembali ke apa yang sedang dia kerjakan. Bhaga tidak menjelaskan. Dia hanya meletakkan jas di sofa, mencuci tangan, lalu duduk di ruang keluarga, menemani Ardan bermain.Di hari-hari berikutnya, pola itu mulai terulang. Bhaga pulang lebih awal. Dia tidak langsung ke kamar atau ruang kerja, tapi memilih duduk di ruang keluarga, atau ke dapur.Ardan awalnya tidak langsung percaya dan ragu. Minggu pertama, dia masih kikuk. Kadang dia menatap Bhaga dengan ek

  • Di Ranjang Majikanku   350. Terombang-ambing Kenikmatan

    Bhaga beralih menciumi sepanjang kaki Binar, naik perlahan dari betis sampai ke paha. Tanpa banyak bicara, dia mencengkeram dan membuka paha Binar lebar-lebar dengan gerakan yang agak kasar. Tangannya tak berhenti mengelus dan menggoda setiap inci kulit kaki Binar. Sentuhan dan ciuman Bhaga yang mulai menyusuri bagian dalam pahanya membuat napas Binar makin memburu.Sesaat kemudian, Bhaga menarik lepas celana dalam dan pakaian tidur Binar dengan satu tarikan cepat. Dia melanjutkan ciumannya, kali ini lebih dalam dan intens langsung pada titik sensitif. Sengaja menggoda dengan lidahnya yang menjilat panjang dari bawah ke atas, lalu berputar dan menyedot inti kewanitaan Binar dengan rakus.Binar refleks melengkungkan tubuhnya, membusung ke atas dengan kepala mendongak. Satu tangannya menahan tubuhnya, dan satu lagi sudah masuk ke sela rambut Bhaga dan sesekali menjambaknya. Mulutnya setengah terbuka, menikmati sensasi yang menjalar di seluruh tubuhnya. Lidah Bhaga begitu lihai menari, m

  • Di Ranjang Majikanku   349. Aku Suka Kamu Kasar

    Mereka tidak banyak bicara setelah itu. Benar-benar menikmati waktu kebersamaan mereka yang sudah lama tak dilakukan.Waktu berlalu, Binar beranjak ke dapur untuk menyiapkan makan malam, sementara Bhaga tetap diam di sofa sampai Ardan terbangun sendiri. Bocah itu sempat kebingungan saat sadar dia tidur di pangkuan papanya, sebelum akhirnya langsung mengeluh lapar.Bhaga langsung memegangi dan menggendong Ardan menuju meja makan. Ardan langsung protes karena merasa sudah bukan anak kecil lagi."Ardan bukan bayi, Pah!""Iya, tahu. Tapi papa lagi mau gendong."Meski terus protes, Ardan tidak benar-benar berontak atau minta turun.Dari arah dapur, Binar mendengar perdebatan kecil itu. Dia tidak menoleh, tapi ada rasa hangat yang mendadak memenuhi dadanya.Malam itu, setelah Ardan dipastikan tidur, Bhaga masuk ke kamar lebih awal dari biasanya. Dia bahkan tak terpikir untuk berbelok ke ruang kerja seperti sebelumnya.Binar yang sedang duduk di depan meja rias sambil melepas jepit rambutnya

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status