Wajah Sean berubah kesal. Ia menutup matanya sesaat, menghela napas panjang, lalu memaksakan diri menjauh dari Elyssa dengan berat hati. Momen intim mereka pun terhenti seketika.Ia meraih ponselnya, matanya menatap Elyssa dengan pandangan meminta maaf.“Sayang ya, Sayang. Aku angkat telepon dulu. Gapapa, kan?” tanyanya, meminta izin.Elyssa, yang tadinya penuh gairah, hanya bisa mengangguk pasrah. “Iya, Mas. Jawab dulu, siapa tau penting.”Sean segera melihat nama penelepon di layar. Wajahnya yang tadinya frustrasi karena terganggu, langsung berubah menjadi serius dan tegang.Sean melirik ke Elyssa sebentar, lalu menjawab panggilan itu dengan nada serius. "Halo, Roy."Ternyata, panggilan itu datang dari Roy, Kepala Tim Keamanan yang bertugas memantau perkembangan di kepolisian dan sebagai pengawal orang tua Elyssa. "Maaf mengganggu, Pak Sean. Ada kabar buruk." Suara Roy di telepon terdengar tergesa-gesa."Apa?" tanya Sean, nadanya langsung tajam."Saya baru saja dikabari oleh pihak k
Last Updated : 2025-11-18 Read more