“Ely, kamu dengar barusan, pembawa berita bilang jasadnya sudah dikonfirmasi. Dokter forensik sudah memastikannya,” sahut Charlie. “Mustahil juga kan Albert menyuap pihak rumah sakit, kepolisian, bahkan seluruh media untuk memalsukan kematiannya? Jadi ini bukanlah berita rekayasa.”Elyssa seketika tertampar. Kecurigaannya pun hilang.“A-aku… aku benar-benar gak menyangka Mas Albert tewas,” lirih Elyssa.“Siapa yang menduga, Nak. Setelah segala kekacauan ini, dia harus berakhir seperti ini,” ujar Marina lirih. “Niatnya melarikan diri, tapi justru dijemput ajal.”Air mata seketika menetes, membasahi pipi Elyssa. “Mas Albert…”Marina menggenggam tangan Elyssa, menenangkannya. “Kita harus bersyukur, Lis. Karena sekarang kamu sudah aman. Dia gak akan bisa menyakitimu lagi, Sayang.” Meskipun kata-katanya penuh kelegaan, raut wajah Marina tetap terlihat syok.Elyssa menunduk. Ia tahu, Albert sudah tidak bisa lagi mengancamnya, tapi ada segelintir rasa sedih di relung hatinya.“Aku tidak tau
Last Updated : 2025-11-21 Read more