แชร์

Bab 182. Kabur

ผู้เขียน: Kak Gojo
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2025-11-18 19:22:24
Wajah Sean berubah kesal. Ia menutup matanya sesaat, menghela napas panjang, lalu memaksakan diri menjauh dari Elyssa dengan berat hati. Momen intim mereka pun terhenti seketika.

Ia meraih ponselnya, matanya menatap Elyssa dengan pandangan meminta maaf.

“Sayang ya, Sayang. Aku angkat telepon dulu. Gapapa, kan?” tanyanya, meminta izin.

Elyssa, yang tadinya penuh gairah, hanya bisa mengangguk pasrah. “Iya, Mas. Jawab dulu, siapa tau penting.”

Sean segera melihat nama penelepon di layar. Wajahnya yang tadinya frustrasi karena terganggu, langsung berubah menjadi serius dan tegang.

Sean melirik ke Elyssa sebentar, lalu menjawab panggilan itu dengan nada serius. "Halo, Roy."

Ternyata, panggilan itu datang dari Roy, Kepala Tim Keamanan yang bertugas memantau perkembangan di kepolisian dan sebagai pengawal orang tua Elyssa.

"Maaf mengganggu, Pak Sean. Ada kabar buruk." Suara Roy di telepon terdengar tergesa-gesa.

"Apa?" tanya Sean, nadanya langsung tajam.

"Saya baru saja dikabari oleh pihak k
Kak Gojo

kira2 siapa yang bantuin Albert? siapa yang kalian curigain?

| 11
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (11)
goodnovel comment avatar
wantisita01
mamanya atau wanita yang di cintainya kayanya
goodnovel comment avatar
semi ati
siapa ya yang membantu Albert kabur
goodnovel comment avatar
yani
akhhh curiga detektif nya
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   Bab 346. Kamu Masih Ada, Kan?

    Tiba-tiba, pintu kamar yang sedari tadi tidak tertutup rapat, kini terbuka lebar. Brody muncul di sana. Pria itu sempat tertegun melihat Olivia yang sudah terkapar tak bernyawa, namun dengan cepat ia menguasai diri. Ekspresinya kembali tenang, seolah sudah siap menghadapi situasi terburuk ini.Brody melangkah mendekat, lalu mengambil pisau bekas pembunuhan itu dari lantai. Dari balik jaketnya, ia mengeluarkan botol alkohol dan kain lap. Dengan gerakan cekatan namun tenang, ia menghapus setiap bekas sidik jari yang tertinggal di sana.“Bangun, Nona Elyssa. Polisi akan segera sampai. Tinggalkan gedung ini secepatnya,” ucap Brody.Elyssa menoleh pelan, menatap Brody dengan pandangan kosong. Pikirannya terlalu tumpul untuk memahami apa yang sedang terjadi.Brody menarik napas panjang, lalu mengembuskannya dengan berat. “Saya akan bertanggung jawab atas semuanya. Maafkan saya.”“Kau… kau yang merencanakan semuanya?” tanya Elyssa tak mengerti.Brody tak menjawab. Ia hanya berdiri tegak, kem

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   Bab 345. Mati Kau!

    Tanpa aba-aba lagi, Olivia menerjang maju, mengayunkan pisaunya dengan sepenuh tenaga.Untung saja, Elyssa bergerak cepat, menghindar tepat saat ujung pisau itu nyaris menusuk matanya. Akhirnya, pisau itu tertancap di lantai, tepat di samping kepala Sean."Kau gila, Olivia! Kenapa kau membunuhnya?!" teriak Elyssa sambil merangkak bangun, meninggalkan tubuh Sean di lantai."Dia harus mati karena dia lebih memilihmu!" jerit Olivia histeris.Walaupun sedang gugup, Elyssa berpikir cepat. Ia memanfaatkan celah saat Olivia meracau. Adrenalin yang muncul tiba-tiba memberi kekuatan pada kaki Elyssa untuk berlari sekuat tenaga menuju ruang tamu.Namun, Olivia tidak membiarkannya lepas begitu saja. Wanita itu langsung mengejarnya dengan cepat.“Kau mau lari ke mana, hah?! Kau tidak bisa kabur!!”Namun, sesak di dada mulai mencekik napas Elyssa, membuat gerakannya kian melambat. Dalam hitungan detik, Olivia berhasil menyamai langkahnya dan…Srett!!“Akh!!!”Ujung pisau itu menyabet lengan atas E

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   Bab 344. Giliranmu, Elyssa!

    Tubuh Elyssa seketika kaku. Dirinya yang baru saja hancur karena peristiwa yang menimpa Juan barusan, kini dipaksa menerima kenyataan yang lebih menyakitkan.Sean... pria yang seharusnya menyambutnya dengan senyuman hangat, justru tergeletak tak berdaya di lantai. Kepalanya terkulai ke samping, menghadap tepat ke arah Elyssa, dengan pandangan mata yang terlihat kosong.“Sean… kenapa… k-kamu…”Kedua lutut Elyssa mendadak kehilangan tumpuan. Tubuhnya ambruk begitu saja ke lantai. Ia sempat berusaha bangkit, namun kakinya seolah lumpuh. Karena tak sanggup lagi berdiri, Elyssa akhirnya memilih merangkak di atas dinginnya lantai, menyeret tubuhnya dengan sisa tenaga yang ada untuk menghampiri Sean di sana.“S-sean…. aku datang. Lihat aku…” bisiknya parau. Namun Sean tidak bergeming. Tatapan matanya lurus, kosong, dan redup.Tangisan Elyssa pecah semakin deras. “Sean…”Tangan Elyssa yang gemetar perlahan meraih wajah Sean, menangkup kedua pipi pria itu, mencari kehangatan yang mungkin masih

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   Bab 343. Bertahanlah...

    "Ju-Juan? Darah... k-kamu..." suara Elyssa bergetar. Ia baru menyadari bahwa dekapan erat Juan tadi bukanlah sebuah pelecehan, justru pengorbanan.Tubuh Juan akhirnya limbung. Elyssa dengan cepat menangkapnya, membiarkan tubuh pria itu ambruk ke dalam pangkuannya. Tangan Elyssa yang gemetar mencoba menahan aliran darah di perut Juan, namun cairan hangat itu terus keluar membasahi tangannya.“Juan... bertahan, Juan! Tolong! Seseorang tolong!” tangis Elyssa pecah di tengah parkiran yang sunyi.Juan terbatuk, darah mulai keluar dari sudut bibirnya. Dengan suara yang sangat lirih dan napas yang satu-satu, ia berbisik.“Pergi... Elyssa. Lari sekarang... cari tempat aman... hubungi polisi,” ucap Juan sambil menahan rasa sakit yang luar biasa.“Tidak, Juan! Aku tidak akan ke mana-mana!" isak Elyssa, semakin mendekap Juan di tengah genangan darah yang makin meluas di bawah mereka.“Aku… a-aku… tidak akan memaafkan diriku sendiri kalau sampai kamu juga terluka…” lirih Juan dengan senyum getir.

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   Bab 342. Seseorang Mengincarmu

    Sebelum kejadian….Elyssa sedang berdiri di balkon, menghirup udara pagi sambil menunggu Sean hingga telepon hotel berdering.“Maaf mengganggu, Bu Elyssa. Ada seseorang yang mencari Ibu di lobi,” ucap resepsionis.Elyssa mengernyit bingung. “Siapa, ya?”“Sebentar, Bu, saya tanyakan dulu.”“Tidak usah. Katakan padanya, saya akan turun sekarang,” potong Elyssa. Ia mengulas senyum tipis, yakin kalau itu adalah Sean. “Duh, manja banget sih. Padahal sudah disuruh naik sendiri, malah minta dijemput di bawah,” gumamnya sambil bergegas menuju lift.Namun, begitu pintu lift terbuka di lobi, senyum Elyssa langsung hilang. Bukan Sean yang menunggunya di sana, melainkan Juan.“Juan?” gumam Elyssa.Begitu melihat Elyssa, Juan langsung menoleh dan berlari menghampiri. “Elyssa, ikut aku.”Tanpa penjelasan, Juan menyambar lengan Elyssa dan menariknya paksa keluar dari gedung hotel dengan terburu-buru.“Juan! Apa-apaan sih? Lepas!” seru Elyssa, merasa kesal dengan tingkah Juan yang tiba-tiba.Namun, J

  • Sentuhan Panas Sahabat Suamiku   Bab 341. Selamat Tinggal

    Elyssa akhirnya tiba di lobi Hotel Lenvin yang luas dan megah. Lantai marmernya sangat bersih sampai bisa memantulkan bayangan lampu-lampu kristal di langit-langit.Meski hatinya masih gelisah, Elyssa mencoba tetap tenang saat berjalan menuju meja resepsionis untuk check-in kamar yang sudah ia pesan dari semalam.Resepsionis hotel menyambutnya dengan sangat ramah. Setelah mengecek data, resepsionis itu memberikan dua kartu akses kamar dengan desain mewah nan eksklusif."Saya titip satu kartu aksesnya atas nama Sean, ya. Dia akan datang sebentar lagi," kata Elyssa."Baik, Bu Elyssa. Akan langsung kami berikan begitu Bapak Sean sampai," jawab resepsionis itu sopan.Elyssa lalu menuju lift khusus yang hanya bisa diakses oleh tamu di lantai paling atas.Begitu pintu lift terbuka, ia keluar menuju lorong yang sangat sepi dan tenang. Karpetnya sangat tebal, sampai suara langkah kakinya pun tidak terdengar. Rasanya seolah-olah seluruh lantai itu memang dikhususkan hanya untuknya.Ia lalu men

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status