“Ya, aku ingat jelas. Ponselmu bahkan gak aktif, kamu membuatku cemas setengah mati saat itu,” jawab Sean, kenangan pahit itu kembali berkelebat.“Aku sebenarnya sudah di jalan, Sean. Tapi mobilku tiba-tiba mogok. Aku pengen nelpon kamu, tapi kebetulan ketemu Albert. Dia nawarin aku tumpangan. Dia bilang mau ke sana juga.” Suara Olivia mulai tercekat. Seolah kalimat selanjutnya adalah bagian yang menyakitkan. “Saat aku masuk ke mobilnya, dia nawarin aku air mineral. Tapi entah apa yang terjadi, setelah minum itu, aku langsung gak sadarkan diri.”“Dan saat aku terbangun… aku… aku… mendapati diriku di kamar hotel, dalam keadaan telanjang bulat, tidur bersama Albert di ranjang yang sama.”Air mata yang sedari tadi ditahannya, akhirnya tumpah juga. Ia sontak menutup wajahnya dengan kedua tangan, bahunya terguncang hebat.“Dia benar-benar mengambil mahkotaku, Sean. Mengambil kehormatanku!” raungnya di sela isakan.“Dia bahkan gak merasa bersalah. Dia hanya tersenyum mengejek, menggodaku, d
Last Updated : 2025-11-26 Read more