Dion mengerang rendah. Rasa takut dan ragu yang tadi menghantuinya kini hilang sepenuhnya, digantikan oleh gairah yang sudah memuncak. Tangannya yang gemetar mulai meraba dada Olivia, lalu beralih masuk ke balik kaos yang baru saja ia berikan, dan meremas payudara wanita itu tanpa terhalang oleh kain lagi.Olivia makin sengaja menggesekkan tubuhnya, memancing reaksi yang lebih hebat dari Dion. Ia tahu persis bagaimana cara membuat pria ini bertekuk lutut. Dion kemudian membalikkan posisi mereka, merebahkan Olivia di atas sofa dan menindihnya.Suasana di ruangan itu menjadi sangat panas. Suara napas yang saling memburu beradu dengan suara hujan deras di luar.Dion menciumi setiap jengkal kulit Olivia dengan rakus, sementara tangan Olivia mencengkeram erat bahu Dion, mendesah pelan untuk terus memprovokasi pria itu.“Hmphh, Dion… plis bantu aku… aku udah gak punya siapa-siapa, selain kamu.”“Baiklah. Tapi buat aku puas malam ini.”Malam itu, di atas sofa, mereka hanyut dalam adegan inti
Last Updated : 2026-01-01 Read more