Gavin seketika membeku. Sepasang matanya melebar, terkejut mendengar ucapan Kayra barusan. Namun, keterkejutan itu hanya bertahan beberapa detik. Melihat kekasihnya histeris dengan tubuh yang gemetar hebat karena didera rasa bersalah, Gavin segera merengkuh Kayra dalam pelukan hangatnya, berusaha menenangkan.“Ssst... dengerin aku, Kay,” bisik Gavin tegas namun teramat lembut tepat di telinga gadis itu. “Tuhan tuh nggak se-pendendam itu. Dan kamu juga lihat sendiri, kan? Celine bahkan senyum tulus banget ke kamu tadi. Dia pasti udah maafin kamu sepenuhnya, kan? Kalau dia aja udah buka lembaran baru, kenapa kamu masih sibuk ngehukum diri sendiri?”Gavin mengurai pelukannya perlahan. Kedua tangannya bergerak lembut menangkup wajah pucat Kayra, memaksa gadis itu menatap langsung ke dalam manik matanya yang memancarkan keyakinan mutlak, membuat isak histeris Kayra terhenti.“Dan satu hal yang harus kamu tahu, Kay. Aku bakal selalu ada di sini buat nemenin kamu. Aku yakin, tanganmu past
最後更新 : 2026-06-23 閱讀更多