Di atas brankar berlapis sprei putih itu, Kayra tampak begitu ringkih—kehilangan seluruh keangkuhan yang biasanya melekat pada dirinya. Kepala gadis itu dibalut perban putih tebal, menyisakan beberapa helai rambutnya yang mencuat berantakan. Di wajahnya yang pucat pasi bak kertas tanpa darah, terpasang selang oksigen nasal cannula yang mengembuskan napas buatan secara konstan.Namun, pandangan Celine dan Aldean langsung terkunci pada pemandangan yang paling menghantam dada mereka.Lengan kanan Kayra dibungkus perban medis berlapis-lapis dari bahu hingga ujung jari, disangga oleh arm sling tebal, dan diletakkan di atas bantal khusus. Lengan itu bergeming kaku. Tampak tak berdaya. Tampak mati rasa.Perawat yang mengantar mereka memeriksa monitor di samping brankar sejenak, sebelum berbalik. “Kondisi vitalnya sudah stabil, Pak, Bu. Tapi efek anestesi totalnya masih sangat kuat. Ditambah trauma fisik yang dialaminya, nona Kayra mungkin baru akan siuman beberapa jam lagi. Jika ada apa-apa,
Dernière mise à jour : 2026-06-06 Read More