Aldean merengkuh tubuh Celine yang bergetar hebat, mendekap istrinya erat-erat dalam pelukan pelindungnya. Ia lalu mengalihkan perhatian kembali kepada wanita pemilik rumah, berusaha menjaga nada suaranya tetap tenang meski rahangnya mengeras menahan amarah atas kekecewaan yang harus ditanggung istrinya.“Terima kasih banyak atas informasinya, Bu. Maaf sudah mengganggu waktu istirahat Anda,” ucap Aldean dengan sopan, meski sorot matanya menyiratkan ketegasan.“Iya, Nak. Sama-sama. Saya turut prihatin, ya. Semoga lekas ketemu jalan keluarnya,” balas wanita itu penuh iba sebelum akhirnya perlahan menutup pintu kayu rumah tersebut.Di samping mereka, Evan berdiri dengan postur kaku, raut wajah asisten kepercayaan itu tampak bersalah. Ia menunduk dalam-dalam.“Maafkan saya, Tuan... Tim investigasi kami kecolongan. Kami hanya melacak alamat rumah tanpa memeriksa riwayat mutasi kepemilikan properti ini dalam kurun waktu enam tahun terakhir,” sesal Evan dengan suara berat.Aldean menggelen
Last Updated : 2026-11-07 Read more