Beberapa hari ini, sejak Grace bekerja menemani Elowen, Emily merasakan suasana rumah berubah. Elowen menjadi lebih sering menyebut nama gadis itu, lebih menunggunya ketika gadis itu tidak ada bersamanya. Ada sesuatu yang mengganjal, meski Emily tak tahu persis apa.Namun pagi itu—“Tuan, kopi untuk Tuan.”Emily mengangkat pandangan, melihat Grace yang berdiri di depan Vincent. Ia bangkit, lalu menghampiri mereka dengan ekspresi tenang.“Grace,” ucapnya datar. “Pagi-pagi sudah memberi Tuan kopi, itu tidak baik untuk perutnya.”Ia sedikit mencondongkan tubuhnya, “Tuan tidak menyukai kopi.” Tatapan Emily turun ke gelas itu. Jarak mereka kini sangat dekat.“Lagipula, membuat kopi bukan tugasmu,” lanjutnya. “Tugasmu hanya menemani Owen, tidak sampai membuatkan kopi.” Ia mendorong gelas itu pelan. “Jadi, minumlah sendiri kopi itu.”Emily berbalik mendekati Vincent. Tangannya mengusap rahang pria itu, lalu kecupan singkat mend
Last Updated : 2025-12-24 Read more