“Sayang, aku harus pergi.”Emily menatap Vincent lewat pantulan kaca rias. “Hm.”Vincent mendekat, mengecup bibirnya singkat. Setelah itu langkahnya menjauh, pintu tertutup pelan. Emily masih duduk di tempat, pandangannya sempat tertahan di arah pintu sebelum napas panjang lolos dari bibirnya.Tangannya meraih lipstik merah. Ia mengoleskannya perlahan, menegaskan garis bibirnya. Senyum tipis terukir.“Hari ini, aku akan menunjukkan posisiku sebagai nyonya Vincent,” gumamnya.Ia bangkit dari kursi, melangkah keluar kamar. Hak sepatunya beradu dengan lantai.Tiba di ruang tamu, dua sosok gadis yang saling bersama sedang bermain di sana.“Owen, mau ikut?” tanya Emily.Elowen menoleh. “Ke mana, Kak Ely?”“Ke mall.”Mata Elowen langsung berbinar. “Mau!” Ia menoleh ke Grace. “Grace, ayo ikut.”Grace mengangguk, tapi tatapannya tertahan pada wajah Emily.“Kenapa menatapku begitu?” tanya Emily, dingin.“T-tidak, Kak. Hanya saja… kenapa Kak Emily pakai lipstik mencolok?”Emily tersenyum mirin
Last Updated : 2025-12-30 Read more