Setelah mereka tiba beberapa menit yang lalu, Dominic mulai menjelaskan satu per satu—tentang alasan Vincent bersikap keras, juga masa lalu kelam yang membentuknya menjadi pria seperti sekarang. Emily duduk diam, mendengarkan tanpa berani memotong. Saat Dominic akhirnya selesai bercerita, Emily menelan ludah pelan. “Jadi seperti itu…” gumamnya lirih, masih terkejut. “Tapi setidaknya… kamu mengerti sedikit alasan kenapa Vincent seperti itu,” ujar Dominic pelan. Emily menunduk, menggenggam ujung roknya erat. Tapi tidak lama, genggaman itu melemah. Ia benci mengakuinya, tapi kata-kata Dominic hampir saja membuatnya luluh. Emily menatap Dominic lagi, sorot matanya masih menyimpan rasa kesal. “Tapi tetap saja… dia pria menyebalkan. Buktinya, kepadaku dia selalu berlaku seenaknya sendiri.” Lalu telinga Emily menangkap embusan napas tipis dari Dominic. “Kalau aku boleh tahu, itu sebabnya dia pulang dalam keadaan kacau waktu itu?” “Mungkin saja.” Belum sempat Emily berbicara,
Terakhir Diperbarui : 2025-11-20 Baca selengkapnya