“Tuan…” Ucapan Emily terputus begitu saja saat menatap sosok Vincent yang berdiri tegak di sana, bukan duduk di kursi roda seperti biasanya.“Tuan Vincent bisa berdiri?” tanyanya pelan, tak menyembunyikan keterkejutannya.Vincent menoleh. “Tidak untuk berjalan.”Emily mengangguk. Ia langsung percaya saja, lalu mendekat untuk membantu Vincent duduk kembali di kursi roda. “Sarapan sudah siap, Tuan,” ucap Emily.Vincent hanya memberikan anggukan tipis, dan Emily pun mendorong kursi roda menuju ruang makan.Sesampainya di sana, ia refleks menoleh ke berbagai arah.“Sedang mencari pujaan hatimu?” Kening Emily mengernyit bingung, “Pujaan hati apaan, sih?”“Saat sedang bersamaku, jangan memikirkan pria lain.”Tubuh Emily sontak menegang. Ia hanya mampu berbisik, “Baik, Tuan.”Ia menatap Vincent sejenak sebelum mengambilkan makanan untuknya. Setelah meletakkan piring di depan pria itu, Emily bergumam lembut, “Silakan, Tuan.”“Lihat, tanganku.” Vincent mengangkat tangan yang masih diperban.
Terakhir Diperbarui : 2025-12-05 Baca selengkapnya