Raya akhirnya menghembuskan napas gemetar, kedua tangannya mengepal sangat kuat sampai buku jarinya memutih. "Cukup. Cukup Kenzie!" desis Raya. Suara itu pecah, samar, dan menyakitkan. Kenzie mundur selangkah, menatap Raya yang kini jelas berusaha keras tetap berdiri. Tangan mantan kekasihnya itu gemetar, Napasnya tersengal, Raut wajahnya pucat, antara marah, takut, dan tersakiti. Namun melihat Raya yang tesakiti, Kenzie merasakan perih di hatinya. Tatapannya pada terlihat campuran antara penyesalan dan ego yang terluka parah. "Raya sayang…" Suaranya lebih lembut, "aku cuma nggak mau kamu hancur. Aku mencintaimu, aku menyayangimu sepenuhnya, Raya." Raya mengangkat wajahnya. Matanya berkaca-kaca, tapi tatapannya tajam, memotong. "Aku bukan ibuku, Kenzie," ucapanya rendah, tapi tegas. "Dan Ares bukan ayahku." Kenzie terdiam, tak menyangka Raya akan balik menjawab seperti itu. Raya menyeka kasar ujung matanya yang hampir jatuh, namun ia tetap berdiri kuat. "Aku tahu apa yang aku
최신 업데이트 : 2025-12-10 더 보기