"Jadi benar Dad punya anak kandung?" tanya Kenzie tajam. Suaranya tak lagi terdengar mabuk, melainkan penuh tuntutan. Ares menarik napas panjang. Ia menatap putra yang ia besarkan selama dua puluh lima tahun, anak yang tumbuh di bawah namanya, di rumahnya, di hidupnya. "Iya," jawabnya akhirnya. "Namanya Kelana." Kenzie tertawa singkat, pahit. Bahunya terguncang pelan. "Luar biasa," gumamnya. "Benar-benar luar biasa." Ia mengangkat wajahnya, tatapannya menyala. "Jadi selama ini, saat aku mati-matian berusaha menjadi 'Mahardika' yang sempurna untukmu, Dad sedang menyembunyikan pewaris yang sebenarnya di belahan dunia lain?" "Ini bukan soal pewaris, Kenzie!" potong Ares, suaranya naik satu oktav. "Aku menyembunyikannya karena ibumu menargetkannya! Dan Tania, ibu Kelana, kondisi mentalnya tak stabil. Aku hanya ingin melindungi kalian berdua dari satu sama lain!" Kenzie melangkah maju, memperpendek jarak. "Melindungi siapa, Dad? Melindungiku? Atau melindungi perasaan bersalah
Terakhir Diperbarui : 2025-12-29 Baca selengkapnya