Di senja yang mulai turun, mobil Andreas sudah terparkir di tempat biasa, ujung jalan yang tak terlalu mencolok, seperti kesepakatan rahasia kami. Begitu aku membuka pintu dan masuk, aku langsung memeluknya. Andreas terkejut sesaat, lalu tertawa kecil sambil merangkul pinggangku. “Kenapa?” tanyanya lembut. “Kelihatannya ada kabar besar.” “Ada!” aku menatapnya berbinar. “Proyekku di-ACC. Aku dipercaya jadi project leader.” Alis Andreas terangkat, pura-pura kaget. “Wow. Hebat.” “CEO-nya pintar banget,” lanjutku antusias. “Cepat menilai, nggak bertele-tele, dan kelihatan objektif. Aku kagum sama cara dia ambil keputusan.” Andreas menahan senyum, menatap jalan di depan seolah fokus menyetir. “Hm,” gumamnya santai. “CEO itu pasti… orangnya cerdas.” Aku mengangguk berapi-api. “Iya! Kalau semua pemimpin kayak dia, kerja tuh rasanya adil.” Di balik kemudi, Andreas tersenyum semakin lebar. Dalam hati, ia bergumam, Kalau kamu tahu CEO yang kamu puji itu suamimu sendiri… Sa
最終更新日 : 2026-02-05 続きを読む