Lampu-lampu café itu temaram, memantulkan cahaya kekuningan di atas meja kayu yang dipenuhi cangkir dan piring kecil. Suasana sore yang hangat seharusnya menenangkan, namun bagi sebagian orang di meja itu, udara terasa lebih berat dari biasanya. Gemma menyandarkan punggungnya di kursi, menatap Ariel dan Zayn secara bergantian. Ada senyum kecil di sudut bibirnya—senyum yang tampak santai, namun matanya penuh selidik. “Kalian semakin dekat saja,” katanya tiba-tiba, memecah keheningan yang sempat tercipta. “Apa kalian sudah serius?” Ariel yang sedang memutar sedotan di dalam gelasnya terhenti. Ia terkekeh kecil, seolah pertanyaan itu hanyalah candaan ringan. “Oh, tidak begitu,” katanya cepat. “Kami hanya….” Zayn yang sejak tadi menyandarkan siku di meja, justru tersenyum lebar. Senyum yang terlalu yakin untuk sekadar lelucon. “Iya, kami memang semakin serius,” katanya tiba-tiba. Ariel langsung menoleh tajam. “Zayn—” “Iya, kan, Ariel?” lanjut Zayn sambil menoleh padanya,
Last Updated : 2026-01-15 Read more