Ciuman itu berubah jadi lebih bernafsu, tapi tetap lembut—tak kasar, melainkan penuh penggodaan. Tangan Nathan menyusup ke punggung Ariel, merasakan renda lingerie yang menempel sempurna, tanpa berniat melepaskannya. "Kau begitu menggoda," gumam Nathan di sela ciuman, "aku suka melihatmu seperti ini... cantik..." Jari-jarinya menyusuri tulang selangka Ariel, turun ke belahan dadanya yang terlihat jelas dari bra lingerie merah itu. Putingnya bergesekan dengan kain sutra, membuatnya semakin tegang, dan wanita itu menggeliat pelan di sofanya. Rangsangan demi rangsangan dimulai saat Nathan menarik kepala Ariel ke belakang, mencium lehernya dengan lembut, lidahnya menjilat garis rahang Ariel hingga ke cuping telinganya. "Ahh, dokter..." desah Ariel, tubuhnya sudah panas. Tangan Nathan meremas pantat Ariel, jempolnya menyusup ke celah G-string, menggosok pelan lubang nikmat yang sensitif. Ariel menggigit bibir, merasakan kebasahan memuncak di liang bawahnya. Dia menurunkan bib
Last Updated : 2025-12-24 Read more