Pagi itu Ubud seperti menahan napas. Jalanan masih berkabut, daun-daun masih basah, dan suara burung baru saja mulai terdengar, semuanya terasa lebih lambat, lebih berat, seakan tahu bahwa seseorang akan pergi. Nadia berdiri di halaman kecil cafe, memeluk tubuhnya sendiri sambil menatap mobil hitam yang menunggu di depan. Daniel baru saja keluar dengan koper kecil di tangan, dan langkahnya terdengar sangat jelas, seperti gema yang memukul jantung Nadia. Ia mencoba tersenyum, namun gagal.Daniel menghampirinya pelan, menghentikan langkah di depannya. “Kamu sudah bangun? Ini terlalu pagi.” “Aku… nggak bisa tidur,” jawab Nadia jujur. Daniel menundukkan wajah, memandangi perempuan yang membuatnya ragu untuk pergi bahkan sampai detik terakhir. “Aku nggak akan lama..” kata Daniel lembut. “Setelah semuanya stabil, aku akan segera kembali sebelum kamu bosan padaku.” Nadia tertawa kecil, tawa yang terdengar patah di tengah udara dingin pagi. “Bosan sama kamu? Kayaknya mustahil,”
Terakhir Diperbarui : 2025-12-10 Baca selengkapnya