Pertanyaan Sera membuat Raven menghentikan gerakan tangannya yang akan mendekatkan gelas ke mulut, sesaat.Dia mengerjap tenang, lalu menyesap minumannya dengan anggun.Sera sedikit menunduk, tangannya semakin terasa dingin. Dia menyesal telah mengajukan pertanyaan itu, yang seharusnya sudah Sera tahu jawabannya.Pria itu tak akan mungkin memilihnya jika ibunya tetap memaksa.Raven menaruh gelas ke meja dengan tenang, seraya menatap Sera.“Saya memilih…,” ucap Raven dengan suara rendah. “Apapun yang membuat kamu tetap di sisi saya.”Sera seketika membeku, seolah lupa bagaimana caranya bernapas.Sera mendongak, menatap Raven dengan tatapan yang seolah tak percaya dengan apa yang dia dengar.Raven mengembuskan napas berat tanpa melepaskan tatapannya dari manik mata wanita itu. “Apapun yang terjadi di masa depan, tetaplah berada di sisi saya, Sera. Seperti yang pernah saya katakan kemarin.”Tetap berada di sisi Raven, sebagai apa?Sera terdiam, dia ingin menyuarakan pertanyaan itu. Tetap
Read more