Semuanya terjadi begitu cepat, bahkan di saat Sera belum sempat mencerna apa yang sedang terjadi.Dia tengah terkejut karena pria itu tiba-tiba keluar dari restoran, lalu berlari ke arahnya, meneriakkan namanya di saat yang sama suara letupan keras terdengar memekakkan telinga.Raven langsung memeluknya, erat sekali.Sera sempat merasakan tubuh pria itu menegang sesaat.Suara jeritan dari orang-orang di sekitar memenuhi udara. Beberapa ada yang berteriak panik. Ada yang berlari. Dan ada yang bersembunyi.Sera hanya membeku dalam pelukan pria itu.“Pak Raven,” gumam Sera, “apa yang terjadi?” Jantungnya juga berdebar kencang akibat letupan keras barusan.“Jangan bergerak,” bisik Raven dengan napas berat. Tangannya mengerat di kepala Sera, menekannya ke dadanya.Sera tanpa sadar sudah memeluk punggung pria itu. Hingga tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang hangat di sana.Sera lalu mengangkat wajah dan menarik tangannya dari punggung Raven.Seketika itu juga Sera membeku melihat telapak ta
Read more