Sera menghela napas panjang, lalu menggeleng berulang kali, berusaha mengenyahkan bayangan sikap Raven tadi pagi dari kepalanya.Kehangatan telapak tangannya, sentuhan di dagu, dan bibir mereka yang nyaris menempel, terus berputar di benak Sera membuatnya sulit untuk fokus bekerja hingga siang ini.“Sebenarnya dia kenapa?” gumam Sera pada dirinya sendiri.“Sera, kamu dipanggil Bu Celine,” ucap Ayu yang baru saja masuk, mengeluarkan Sera dari lamunannya.Sera mengalihkan tatapannya dari mesin cuci, pada Ayu di ambang pintu. “Bu Celine? Ada apa?”“Nggak tahu. Kayaknya ada hal penting. Cepat temui dia, gih.”Sera terdiam sejenak, perasaannya tiba-tiba tidak nyaman. Bukan karena takut dengan sikap istri majikannya itu, tetapi karena rasa bersalah yang selalu menghantam diri Sera setiap kali berhadapan dengan Celine.Pada akhirnya Sera keluar dari ruangan laundry, menghampiri Celine di beranda belakang rumah.“Bu Celine, ada yang bisa saya bantu?” tanya Sera pada Celine yang tengah duduk b
Last Updated : 2025-11-29 Read more