Sherry menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan, tapi telinganya tetap merah, dan Aaron bisa melihatnya—bahkan dalam cahaya remang lampu jalan yang nyaris tak cukup. "Aku tidak bilang kita akan melakukanya, kaannn," gumam Sherry dari balik jari-jarinya. "Aku cuma—itu belum terjadi." "Belum," ulang Aaron, dengan penekanan kecil pada kata belum, sehingga Sherry menggeram kecil dengan pipi memerah menahan malu. "Kak Aaron jangan." "Jangan apa?" goda Aaron, santai. "Jangan menggoda aku, ihhh. Aku masih malu." Aaron tersenyum. Senyum yang jarang muncul itu—tidak masam, tidak lelah, tidak dingin. Senyum yang membuat Sherry ingin menciumnya lagi, meski baru saja dipermalukan oleh satpam kantor polisi. "Tadi kamu berani sekali kan," ucap Aaron pelan. Tangannya kembali ke setir, tapi tidak menyalakan mesin. "Buka kancing, pegang sabuk..." "Kak!" "...terus sekarang cuma karena ditegur satpam, langsung menutup muka?" Sherry menurunkan tangannya sedikit, cukup untuk melot
Read more