"Bagaimana Ibu bisa tahu hal itu?" tanya Sherry, suaranya masih pecah tertahan isak. Matanya menyorot wajah ibunya yang pucat, berharap ada keraguan di sana. Nyonya Lily menggenggam tangan Sherry erat-erat, lalu menjawab dengan suara gemetar, "Karena Ibu ingat, Nak. Ibu ingat malam itu... malam ayahmu meninggal." Sherry tersentak mendengar penuturan sang ibu, sehingga bertanya dengan ekspresi tak percaya, bayangan dan kilatan ketakutan memenuhi matanya. "Ibu... Ibu ada di sana?" "Waktu itu... aku bersembunyi di balik pintu," bisik Lily, matanya menerawang ke masa lalu yang kelam. "Aku mendengar suara perkelahian. Dan ketika aku mengintip... aku melihat Aaron berdiri di sana, Nak. Aaron yang masih remaja, dengan pisau berdarah di tangannya. Dan satu orang lagi." Sherry menahan napas, lalu bertanya dengan suara pelan, hampir berbisik, "Siapa itu, Ibu?" "Aku... aku tidak bisa mengingatnya, Sherry!" seru ibunya, Lily memegang kepalanya sendiri, seakan menahan kesakitan ya
Read More