"Rasanya aneh. Aku tidak mau yang ini, aku mau kamu beli di Alfamart yang rasa stroberi." "Tapi ini aku sudah beli dua rasa—" "AKU BILANG AKU MAU YANG STROBERI DAN BELINYA HARUS DI ALFAMART, AARON. JANGAN BUANG WAKTU. Atau aku akan menangis semalaman," ancam Sherry, yang membuat Aaron langsung berangkat saat itu juga. Itu baru malam pertama. **** Hari kelima. Sherry ngidam makanan Padang dari restoran tertentu di kawasan Kota Tua. Jaraknya 18 kilometer dari apartemen. Macet Jakarta satu arah bisa dua jam. "KAMU KENAPA BELUM BERANGKAT?!" teriak Sherry dari ranjang, memeluk bantal, pipinya basah oleh air mata kehamilan yang tidak bisa diprediksi. "Aku baru saja duduk, sayang—" "AYO PERGI! PERUTKU MENDERITA. ANAKMU INI LAHAP SEKALI, AARON.""Haa, baiklah, baiklah, Sayang," jawab Aaron pasrah dan pergi mencari yang diinginkan Sherry. Empat jam kemudian, ia kembali dengan bungkusan nasi Padang,.rendang, ayam pop, sambal ijo, dan tentu saja, kerupuk merah yang renyah.
Read more