"Aku tahu. Tapi katanya pemulihannya lebih cepat dan aku ingin segera bisa menggendong bayi kita tanpa harus dirawat lama di rumah sakit." "Kedengarannya seperti kamu yang paling tahu," goda Aaron, yang dijawab Sherry dengan cemberut. "Ya, karena ini tubuhku." Aaron tidak membantah apa yang dikatakan istrinya dan memilih untuk mengangguk. "Baik. Kalau normal, kamu butuh dokter yang sangat baik. Yang sabar dan yang bisa membantumu mengatur napas dan mengejan dengan benar." "Iya. Makanya aku mau cari dokter wanita, bisa kan, Sayaang?" pinta Sherry, yang dibalas Aaron dengan anggukan. "Boleh. Aku juga lebih tenang kalau dokternya wanita." Sherry mengerjap tidak percaya. "Kamu... setuju, Sayang?" "Kenapa tidak? Ini tentang kenyamanan istriku, aku tidak akan memaksakan apapun," jawab Aaron, yang membuat Sherry langsung memeluknya. "Aaron, kamu benar-benar berubah." "Kamu hamil anakku, susah makan, susah tidur, muntah-muntah, tapi tetap tersenyum setiap hari. Kalau aku
Read more