Pagi di Kastil Devereux tenang, tapi bukan tenang yang menenangkan. Cahaya menembus jendela tinggi, memantulkan kilau halus di meja makan marmer. Bunga-bunga sederhana di vas di tengah meja tampak berusaha memecah ketegangan, namun udara tetap sarat dengan kewaspadaan yang tak terucap. Lady Vareen duduk tegap di ujung meja, tangan diletakkan rapi di atas linen putih. Wajahnya menahan ekspresi—tidak ada kegembiraan, tidak ada kemarahan, hanya penantian seorang ibu yang selalu menghitung langkah keluarganya. Marcus duduk di sisi lain, tubuh tegap, jemarinya mengepal di atas meja. Wajahnya tenang, matanya gelap, mengamati setiap gerak Lucianne dan ibunya tanpa melewatkan detail sekecil apa pun. Lucianne duduk di sampingnya, tubuh tegap, tangan disilangkan di pangkuan, sorot matanya tajam namun terkendali. Lucianne membuka suara pertama, nadanya lembut namun menyelipkan peringatan. “Pagi yang cerah, bukan?” Lady Vareen mengangkat alis tipis, menunggu kelanjutan. Marcus mencondong
최신 업데이트 : 2025-12-30 더 보기