Malam sudah cukup larut ketika rumah Arkana dan Narine akhirnya benar-benar sunyi. Lampu kamar sudah dimatikan, pendingin ruangan berdengung pelan, dan dari ranjang kecil di sisi tempat tidur mereka terdengar napas halus Arsya yang sedang terlelap.Namun berbeda dengan dua penghuni rumah lainnya, Arkana justru terbangun.Ia membuka mata perlahan, menatap langit-langit kamar dengan wajah datar.Perutnya berbunyi.“Krrrkk…”Arkana mengerjap, lalu menghela napas panjang.“Astaga… kenapa malah lapar sih jam segini,” gumamnya pelan.Ia melirik ke samping. Narine tidur nyenyak dengan posisi memeluk bantal. Sementara Arsya meringkuk lucu di kasur kecilnya, pipinya tembam dan rambutnya sedikit berantakan.Arkana bangkit pelan dari tempat tidur, berusaha tidak menimbulkan suara.“Masak sendiri aja deh, tidur yang nyenyak sayang,” gumamnya sembari mencium kepala Narine dan mengusap anaknya.Ia berjalan keluar kamar dengan langkah hati-hati lalu menuju dapur. Lampu dapur dinyalakan setengah tera
Última atualização : 2026-03-08 Ler mais