Hujan sore itu masih turun rintik-rintik ketika drama pot bunga akhirnya selesai. Halaman belakang rumah orang tua Arkana kembali agak tenang setelah pot-pot bunga yang mengambang di kolam berhasil diangkat satu per satu.Arsya sekarang berdiri di bawah handuk besar yang dibawakan Narine. Rambutnya masih basah oleh hujan, pipinya memerah karena udara dingin, dan sandalnya sudah entah ke mana.Arkana menaruh pot terakhir di pinggir kolam sambil menghela napas panjang.“Ini kerjaan siapa ya bikin papa capek gini…” gumamnya setengah kesal.Arsya yang berdiri di dekat Narine menatap papahnya dengan wajah bersalah, lalu pelan-pelan berjalan mendekat.Ia memeluk kaki Arkana.“Papah jangan malah… Alloh ndak suka.”Arkana langsung menatap ke bawah.Ia hampir tertawa, tapi menahan diri.“Buset, bawa-bawa Allah segala, iya dah anaknya ustadz somad” gumamnya.Ia menepuk kepala kecil itu pelan.“Nak, kelakuan kamu kayak gini juga Allah gak suka.”Arsya hanya mengedip polos.Di belakang mereka, pa
Last Updated : 2026-03-16 Read more