Sore itu matahari mulai turun perlahan, menyisakan cahaya keemasan yang hangat di halaman rumah. Angin semilir berhembus pelan, bikin suasana jadi adem dan nyaman. Dari dalam rumah, suara langkah kaki kecil terdengar berlari ke sana kemari tidak lain dan tidak bukan, Arsya.Anak kecil itu sedang dalam mode super aktif. Dari ruang tamu ke dapur, dari dapur ke teras, lalu balik lagi ke ruang tamu, seperti punya energi yang tidak ada habisnya. Rambutnya sudah agak berantakan, kaosnya sedikit terangkat karena lari-larian, tapi wajahnya? Tetap cerah penuh semangat.“Ibuuuu!” teriaknya tiba-tiba sambil berlari ke arah Narine yang sedang duduk santai di sofa.“Iya, sayang,” jawab Narine lembut, matanya masih setengah fokus ke ponsel.Belum sempat Arsya bicara, terdengar suara dari luar pagar.“ARSYAAAA! MAIN YUK!”Itu Ken.Arsya langsung berhenti, matanya berbinar, lalu menoleh cepat ke arah pintu. Tanpa pikir panjang, dia langsung lari lagi kali ini ke arah Narine, dengan napas ngos-ngosan.
Terakhir Diperbarui : 2026-03-18 Baca selengkapnya