“Nala. Apa benar kamu memukul anak itu?” tanya Hamish. Sepulang dari sekolah, Hamish mengajak Shaynala duduk berdua, berbicara empat mata di ruang kerjanya.Shaynala menunduk. Dari sekian miliar penduduk bumi, hanya Hamish satu-satunya manusia yang ia takuti.Bukan karena Hamish yang galak atau sering berlaku kejam, justru sebaliknya, Hamish sangatlah sayang dan memanjakan Shaynala. Meski begitu, Hamish pun masih tetap menerapkan batasan yang jelas. Didikannya tegas dan penuh disiplin. Membuat Shaynala menaruh hormat yang begitu besar pada sang ayah.“Ayo, cerita sama papi. Papi tak akan marah, Little Bunny. Justru Papi akan sangat mengapresiasi kejujuranmu.”“Janji Papi tak marah?” tanya Shaynala, menatap Hamish takut-takut. Pasalnya, ia sudah dimarahi lebih dulu oleh Kalea gara-gara ulahnya itu.“Seorang pria sejati tak pernah ingkar janji,” jawab Hamish meyakinkan.Shaynala menghela napas, lalu perlahan bercerita.“Dia yang salah, Papi. Aku hanya bela Willy, Papi.”Hamish mengurut p
Read more